$(".drop") .mouseover(function() { $(".dropdown").show(300); }); $(".drop") .mouseleave(function() { $(".dropdown").hide(300); });

Ilmu langkah (tusyug) dalam Thifan Pokhan sangatlah penting, biasanya gerak langkah diajarkan setelah pelajaran tsebe atau tawe.

Tusyug sangatlah bermanfaat karena akan menjadikan tawe terlihat dinamis dan lebih hidup.

Beberapa jenis tusyug berupa langkah maju, mundur, samping, berputar, segitiga dll akan dikaji di masing-masing lanah.

Bila tamid sudah menguasai langkah maka sangat terampil dalam bermain jurus dan juga bertarung. Tamid akan mengetahui kapan saat yang tepat untuk maju menyerang, menipu ke samping untuk menyerang, mundur sedikit lalu menyerang dan seterusnya.

Tusyug inipun bisa kita terapkan dalam kehidupan, seperti kapan akan memutuskan masalah. Apakah akan maju, mundur, menghindar lalu maju dan seterusnya.

Dalam ilmu islam konsep memutuskan masalah dapat menggunakan konsep Maqashid Syariah.

Maqashid Syariah adalah diartikan secara bahasa adalah tujuan syariah. Maksudnya adalah setiap langkah keputusan dalam kehidupan perlu mempertimbangkan tujuan dengan melalui beberapa pertimbangan sehingga mendapatkan maslahah (benefit) untuk di dunia dan juga akhirat.

Salah satu ulama yaitu Imam Asy-Syatibi merumuskan maqashid syariah ke dalam 5 hal inti yaitu :

1) Hifdzun ad-diin (Menjaga Agama)

Semua perbuatan manusia haruslah diniatkan karena Allah, mencari ridho Allah, jangan sampai perbuatan kita mendatang kemurkaan Allah.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus.” (Al Fatihah :5-6)

2) Hifdzun an-nafs (Menjaga Jiwa)

Keputusan yang kita lakukan hendaknya mementingkan keselamatan kita dan juga orang lain, jangan sampai membawa bencana.

“Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu.” (QS An Nisa : 29)

3) Hifdzun Aql (Menjaga Akal)

Hendaknya setiap keputusan yang kita ambil akan bermanfaat untuk akal kita, menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat seperti doa yang diajarkan Rasulullah : Allahumma innanas aluka’ ilman nafi’an (Ya Allah karunikanlah ilmu yang bermanfaat). Dengan ilmu yang bermanfaat maka akan semakin menambah manfaat kita kepada keluarga dan masyarakat.

4) Hifdzun Nasl (Menjaga Keturunan)

Keputusan yang kita ambil hendaknya bermanfaat untuk keluarga kita yaitu orang tua istri dan anak-anak. Terkadang ketika hati gelap karena emosi maka sering lupa bahwa kita punya keluarga yang harus dijaga baik di dunia dan tentunya akhirat.

Rasulullah bersabda

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. (HR Bukhari Muslim)

5) Hifdzun Maal (Menjaga Harta)

Harta yang halal dan thayyib merupakan kenikmatan yang akan membawa kebarokahan dan keselamatan. Jangan sampai kita memutuskan untuk mencari rizqi yang haram karena akan sengsara baik di dunia dan juga akhirat.

“Apabila makanan itu baik maka tubuh akan menjadi baik dan selamat dari adzab. Apabila tubuh tumbuh dari makanan haram maka tubuh itu berdosa dan najis.” (Syarh ‘Umdah al-Ahkam: 3/74)

Nah demikian sedikit uraian tentang aplikasi tusyug dalam kehidupan. Pelajaran ilmu Thifan Pokhan dari para guru kita bukanlah sekedar ilmu bertarung tetapi juga merupakan ilmu untuk kehidupan kita agar kita bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin

– Herman Budianto-
Tamid Persaudaraan Thifan Pokhan Indonesia (PTI)

#ThifanPokhan
#BeladiriMuslim
#MuslimMartialArt